Senin, 22 Juni 2009

Tak kusangka...

Dulu masuk ke TK Hangtuah, awal2 diantar mama,selanjutnya..tak kusangka... tukang becak jadi langgananku antar jemput...
Dari rumah sudah rapi dan cantik tuk ikut lomba gerak jalan antar TK, tak kusangka... dipertengahan lomba, sepatuku jebol...Malu...pasti...Pulang...pastinya...Menangis...ya sudah pasti...
Masa TK berlalu, beralih ke SD Hangtuah I.Awal kelas 1... kaget dengan pelajaran yang lebih sulit dan banyak dari TK.
Tetapi... tetap tak kusangka.... rapotku kebakaran, alias dominan merah daripada hitam..
Lebih tak kusangka lagi, bapakku pulang berlayar, dan terkejut dengan rapotku, akhirnya liburan yang harusnya menyenangkan jadi waktu belajar yang sangat menyiksa..Tak kusangka... bapakku ternyata mengajar aku langsung 'privat'.Tak kusangka pula, ternyata beliau 'killer'...Tapi hasil ajaran bapakku boleh juga, semenjak itu selalu masuk peringkat 10 besar.
Pikirku dulu, daripada diajar sama beliau lagi, mendingan belajar yang rajin sendiri...hehehe
Kelas 2 biasa...
Kelas 3 biasa juga...
Kelas 4??? Tak kusangka... yang harusnya ikut EHB, malah terkena cacar air.Jadi Ujian susulanlah diruang guru..tak kusangka... hasil EHB teman-temanku ada disitu...jadi??? Bisa nebakkan...*-*
Diterima SMP Negeri...keren...batinku, tak kusangka... malah masuk pesantren..yang kata orang 'tempat orangtua buang anak karena saking badungnya', tapi sumpah deh..aku ga badung-badung banget. masih normallah...jadi...
Kenapa??
Kata orangtuaku, 'disana temani kakakmu, ya sayang...ini uang 50.000 buat kamu jajan,kalau mau masuk pesantren'.
Tak kusangka...ternyata aku bisa disogok..Awalnya mau mogok, tidak masuk pesantren, tapi uangnya terlanjur habis dipakai beli serial 'Nina' yang sedang tren.
Masuk Pesantren...
Bulan pertama, menangis terus menerus...Mana tidak bisa pakaijilbab..Lama-lama bosan juga menangis, apalagi sudah beradaptasi.
Tapi tak kusangka... justru disana kutahu yang namanya diskotik, merokok, dan kabur..
Beberapa macam cara kabur yang baik dan berhasil sudah kujalani.
Tapi ada juga yang gagal, karena kesalahan teknis, atau ada yang berkhianat alias mengadu..
Tak kusangka pula, berbagai macam hukuman telah kujalani karena kabur.Dimulai dari minta tanda tangan ustadz killer, pakai jilbab merah bertuliskan 'kabur' (padahal tidak usah ditulis kabur juga,aku sudah tampak menyolok, bukan karena cantik tapi karena yang lain pakai jilbab putih, hehehe), menyapu, mengepel mesjid, dijemur, bahkan lari ke sarang harimau eeh..ke kamar laki-laki telah kujalani.
Kapok???Tak kusangka... tidak..aku malah jadi pakar, karena aku suka tantangan:bagaimana cara kabur dengan baik dan berhasil.
Malah, ada beberapa adik kelas yang minta diajarin cara kabur yang berhasil..aku pakarnya kata mereka. Ckk..ckk..
Yang awalnya tidak betah dan marah..menjadi kerasan dan bergairah...
Terbukti, aku 6 tahun di pesantren. Tak kusangka... ternyata tak kenal maka tak sayang, ada benarnya juga.
Hanya satu yang kusayangkan, kurang fasih berbahasa arab.
Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik begitu.
Kalau bahasa arabku bagus...jangan-jangan aku ingin jadi TKW...Audzubillah mindzalik

To be continued...(mau bobo dulu ya...)Jkt, 22 juni 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar