By:mia savitri
Kutahu kau mau
Kutahu kau mampu
Kutahu kau bisa
Kutahu pula kau kuasa
Tapi…aku bukanlah kuasamu
Kau mau, aku harus mau
Kau minta, aku juga harus mau
Perintahmu, aku juga harus mau
Tapi…aku masih bukanlah kuasamu
Dukamu, beban untukku
Sukamu, lega hatiku
Amarahmu, waspadaku
Kosongmu, Hmm…kupenuhi untukmu, agar amanlah aku
Tapi…aku tetap bukan kuasamu
Ya Allah, ini bukan maksud untukmu
Tak layak hambamu berkeluh
Tak pantas pula tuk berseteru
Tapi…ini menghujamku
Menusuk kalbuku
Aku…aku bahkan tak mampu lagi berseru
5 June 2009
Minggu, 28 Juni 2009
KABUR..lanjutan dari tak kusangka
Awal mula kabur kelas 2 tsanawiyah, masih lugu banget, dan belum mengerti trik-triknya.
pertama-tama, izin tidak masuk sekolah karena sakit, sesudah dapat surat izin, tiduran dikamar akting sakit...
Begitu yang lain masuk kelas, aku langsung beraksi ganti baju dan langsung kabur lewat pintu depan gerbang...
Tak kusangka, bisa sebodoh itu...
Yang namanya kabur, harusnyakan lewat pintu atau jalan belakang!! Kenapa juga lewat pintu depan gerbang yang jelas-jelas ada penjaganya, dan yang jelas-jelas akan mengadu ke ustadz...
yah namanya juga masih polos dan lugu dalam hal ini...
Jadi begitu sampai pondok lagi, ustadz sudah menanti...ugghh..dapat hukuman minta tanda tangan ustadz dan ustadzah yang killer...ckk...ckk..ckk...
Diceramahin?? Pasti
Kapok?? enggak juga
Dua bulan kemudian.
Asyikk..baru dijenguk sama mama, dan dapat uang jajan.
Lagi banyak duit, enaknya kabur lagi nih...habis di pondok tidak ada yang menarik buat jajan atau cucimata.
Buat rencana.
Seperti biasa:izin sakit dan akting tiduran dahulu.. Selanjutnya ke kamar mandi dengan membawa ember yang didalamnya adalah pakaian ganti untuk kabur.
Sampai disini mulus dan lancar, tidak ada hambatan
Langkah berikutnya, ganti pakaian lalu menyusuri persawahan yang langsung tembus ke belakang rumah penduduk dekat pondok. Alhamdulillah lancar..batinku
Sudah keluar dari pondok dengan selamat, tinggal menunggu angkot untuk keluar dari jalan besar ini, baru naik angkot lagi yang menuju karawang, tujuan kaburku
Tidak lama kemudian, datang angkot yang ditunggu-tunggu...
Akhirnya datang juga dan tidak perlu menunggu lama, apalagi dipinggir jalan resiko ketahuan nih..
Tak Kusangka...
begitu masuk ke dalam angkot ada ustadzah...
"mau kemana Mia?" tanya beliau
"eh,,anu ustadzah..mau ke karawang"jawabku gagap
"sudah izin? koq tadi saya tidak lihat kamu ke rumah ya?"kata ustadzah lagi
(untuk izin keluar pondok harus melalui ustadz yang adalah suami dari ustadzah ini...)
"oh ya ustadzahkan tadi lagi dibelakang, jadi tidak lihat ketika saya izin"elakku dengan sangat lancar (huufff)
"ooh pantas...perginya kita bareng saja ya.."lanjut ustadzah lagi
duh..gawat.
"maaf ustadzah takutnya saya lama, karena mau ke dokter gigi terus mau telpon mama di jakarta" elakku lagi
"ooh ya sudah, kalau begitu"kata ustadzah lagi
Thanks God.. beliau percaya
Akhirnya berhasil juga sampai ke Karawang, tapi...pulangnya!!!
Tak kusangka,
aku sudah dinanti lagi oleh ustadzah dan ustadz (suaminya).
Dapat hukuman??? pasri banget.. dobel malah karena plus bohong...
Kapok??? belum juga
Tapi pengalaman adalah guru yang baik bagiku, (eehh, benar tidak ya pepatah tadi...)
Kabur-kabur selanjutnya lancar-lancar saja,
Kalaupun ketahuan...ya...sudah resiko...
hehehehe
Tapi sungguh itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan menginspirasi. Jadi ketika mencoba mengajar di smu,
Tak kusangka...aku mengalami apa yang dulu ustad dan ustadzahku alami.
Siswa-siswaku berbohong atau kabur atau menyolong waktu tuk merokok, tapi gampang banget memergoki mereka...
seperti kata pepatah "kadal kok di kadali"
hahahaha
Kadang kasihan untuk menghukum mereka..habis ingat dulu aku juga begitu...
Jadi ingat pula bagaimana telah membuat ustadz dan ustadzah shock dengan tingkah lakuku...
Akhirnya, aku berhenti mengajar SMU. Pikirku lebih enak mengajar di TK yang anaknya masih lucu-lucu dan lugu.
pertama-tama, izin tidak masuk sekolah karena sakit, sesudah dapat surat izin, tiduran dikamar akting sakit...
Begitu yang lain masuk kelas, aku langsung beraksi ganti baju dan langsung kabur lewat pintu depan gerbang...
Tak kusangka, bisa sebodoh itu...
Yang namanya kabur, harusnyakan lewat pintu atau jalan belakang!! Kenapa juga lewat pintu depan gerbang yang jelas-jelas ada penjaganya, dan yang jelas-jelas akan mengadu ke ustadz...
yah namanya juga masih polos dan lugu dalam hal ini...
Jadi begitu sampai pondok lagi, ustadz sudah menanti...ugghh..dapat hukuman minta tanda tangan ustadz dan ustadzah yang killer...ckk...ckk..ckk...
Diceramahin?? Pasti
Kapok?? enggak juga
Dua bulan kemudian.
Asyikk..baru dijenguk sama mama, dan dapat uang jajan.
Lagi banyak duit, enaknya kabur lagi nih...habis di pondok tidak ada yang menarik buat jajan atau cucimata.
Buat rencana.
Seperti biasa:izin sakit dan akting tiduran dahulu.. Selanjutnya ke kamar mandi dengan membawa ember yang didalamnya adalah pakaian ganti untuk kabur.
Sampai disini mulus dan lancar, tidak ada hambatan
Langkah berikutnya, ganti pakaian lalu menyusuri persawahan yang langsung tembus ke belakang rumah penduduk dekat pondok. Alhamdulillah lancar..batinku
Sudah keluar dari pondok dengan selamat, tinggal menunggu angkot untuk keluar dari jalan besar ini, baru naik angkot lagi yang menuju karawang, tujuan kaburku
Tidak lama kemudian, datang angkot yang ditunggu-tunggu...
Akhirnya datang juga dan tidak perlu menunggu lama, apalagi dipinggir jalan resiko ketahuan nih..
Tak Kusangka...
begitu masuk ke dalam angkot ada ustadzah...
"mau kemana Mia?" tanya beliau
"eh,,anu ustadzah..mau ke karawang"jawabku gagap
"sudah izin? koq tadi saya tidak lihat kamu ke rumah ya?"kata ustadzah lagi
(untuk izin keluar pondok harus melalui ustadz yang adalah suami dari ustadzah ini...)
"oh ya ustadzahkan tadi lagi dibelakang, jadi tidak lihat ketika saya izin"elakku dengan sangat lancar (huufff)
"ooh pantas...perginya kita bareng saja ya.."lanjut ustadzah lagi
duh..gawat.
"maaf ustadzah takutnya saya lama, karena mau ke dokter gigi terus mau telpon mama di jakarta" elakku lagi
"ooh ya sudah, kalau begitu"kata ustadzah lagi
Thanks God.. beliau percaya
Akhirnya berhasil juga sampai ke Karawang, tapi...pulangnya!!!
Tak kusangka,
aku sudah dinanti lagi oleh ustadzah dan ustadz (suaminya).
Dapat hukuman??? pasri banget.. dobel malah karena plus bohong...
Kapok??? belum juga
Tapi pengalaman adalah guru yang baik bagiku, (eehh, benar tidak ya pepatah tadi...)
Kabur-kabur selanjutnya lancar-lancar saja,
Kalaupun ketahuan...ya...sudah resiko...
hehehehe
Tapi sungguh itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan menginspirasi. Jadi ketika mencoba mengajar di smu,
Tak kusangka...aku mengalami apa yang dulu ustad dan ustadzahku alami.
Siswa-siswaku berbohong atau kabur atau menyolong waktu tuk merokok, tapi gampang banget memergoki mereka...
seperti kata pepatah "kadal kok di kadali"
hahahaha
Kadang kasihan untuk menghukum mereka..habis ingat dulu aku juga begitu...
Jadi ingat pula bagaimana telah membuat ustadz dan ustadzah shock dengan tingkah lakuku...
Akhirnya, aku berhenti mengajar SMU. Pikirku lebih enak mengajar di TK yang anaknya masih lucu-lucu dan lugu.
Senin, 22 Juni 2009
Tak kusangka...
Dulu masuk ke TK Hangtuah, awal2 diantar mama,selanjutnya..tak kusangka... tukang becak jadi langgananku antar jemput...
Dari rumah sudah rapi dan cantik tuk ikut lomba gerak jalan antar TK, tak kusangka... dipertengahan lomba, sepatuku jebol...Malu...pasti...Pulang...pastinya...Menangis...ya sudah pasti...
Masa TK berlalu, beralih ke SD Hangtuah I.Awal kelas 1... kaget dengan pelajaran yang lebih sulit dan banyak dari TK.
Tetapi... tetap tak kusangka.... rapotku kebakaran, alias dominan merah daripada hitam..
Lebih tak kusangka lagi, bapakku pulang berlayar, dan terkejut dengan rapotku, akhirnya liburan yang harusnya menyenangkan jadi waktu belajar yang sangat menyiksa..Tak kusangka... bapakku ternyata mengajar aku langsung 'privat'.Tak kusangka pula, ternyata beliau 'killer'...Tapi hasil ajaran bapakku boleh juga, semenjak itu selalu masuk peringkat 10 besar.
Pikirku dulu, daripada diajar sama beliau lagi, mendingan belajar yang rajin sendiri...hehehe
Kelas 2 biasa...
Kelas 3 biasa juga...
Kelas 4??? Tak kusangka... yang harusnya ikut EHB, malah terkena cacar air.Jadi Ujian susulanlah diruang guru..tak kusangka... hasil EHB teman-temanku ada disitu...jadi??? Bisa nebakkan...*-*
Diterima SMP Negeri...keren...batinku, tak kusangka... malah masuk pesantren..yang kata orang 'tempat orangtua buang anak karena saking badungnya', tapi sumpah deh..aku ga badung-badung banget. masih normallah...jadi...
Kenapa??
Kata orangtuaku, 'disana temani kakakmu, ya sayang...ini uang 50.000 buat kamu jajan,kalau mau masuk pesantren'.
Tak kusangka...ternyata aku bisa disogok..Awalnya mau mogok, tidak masuk pesantren, tapi uangnya terlanjur habis dipakai beli serial 'Nina' yang sedang tren.
Masuk Pesantren...
Bulan pertama, menangis terus menerus...Mana tidak bisa pakaijilbab..Lama-lama bosan juga menangis, apalagi sudah beradaptasi.
Tapi tak kusangka... justru disana kutahu yang namanya diskotik, merokok, dan kabur..
Beberapa macam cara kabur yang baik dan berhasil sudah kujalani.
Tapi ada juga yang gagal, karena kesalahan teknis, atau ada yang berkhianat alias mengadu..
Tak kusangka pula, berbagai macam hukuman telah kujalani karena kabur.Dimulai dari minta tanda tangan ustadz killer, pakai jilbab merah bertuliskan 'kabur' (padahal tidak usah ditulis kabur juga,aku sudah tampak menyolok, bukan karena cantik tapi karena yang lain pakai jilbab putih, hehehe), menyapu, mengepel mesjid, dijemur, bahkan lari ke sarang harimau eeh..ke kamar laki-laki telah kujalani.
Kapok???Tak kusangka... tidak..aku malah jadi pakar, karena aku suka tantangan:bagaimana cara kabur dengan baik dan berhasil.
Malah, ada beberapa adik kelas yang minta diajarin cara kabur yang berhasil..aku pakarnya kata mereka. Ckk..ckk..
Yang awalnya tidak betah dan marah..menjadi kerasan dan bergairah...
Terbukti, aku 6 tahun di pesantren. Tak kusangka... ternyata tak kenal maka tak sayang, ada benarnya juga.
Hanya satu yang kusayangkan, kurang fasih berbahasa arab.
Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik begitu.
Kalau bahasa arabku bagus...jangan-jangan aku ingin jadi TKW...Audzubillah mindzalik
To be continued...(mau bobo dulu ya...)Jkt, 22 juni 2009.
Dari rumah sudah rapi dan cantik tuk ikut lomba gerak jalan antar TK, tak kusangka... dipertengahan lomba, sepatuku jebol...Malu...pasti...Pulang...pastinya...Menangis...ya sudah pasti...
Masa TK berlalu, beralih ke SD Hangtuah I.Awal kelas 1... kaget dengan pelajaran yang lebih sulit dan banyak dari TK.
Tetapi... tetap tak kusangka.... rapotku kebakaran, alias dominan merah daripada hitam..
Lebih tak kusangka lagi, bapakku pulang berlayar, dan terkejut dengan rapotku, akhirnya liburan yang harusnya menyenangkan jadi waktu belajar yang sangat menyiksa..Tak kusangka... bapakku ternyata mengajar aku langsung 'privat'.Tak kusangka pula, ternyata beliau 'killer'...Tapi hasil ajaran bapakku boleh juga, semenjak itu selalu masuk peringkat 10 besar.
Pikirku dulu, daripada diajar sama beliau lagi, mendingan belajar yang rajin sendiri...hehehe
Kelas 2 biasa...
Kelas 3 biasa juga...
Kelas 4??? Tak kusangka... yang harusnya ikut EHB, malah terkena cacar air.Jadi Ujian susulanlah diruang guru..tak kusangka... hasil EHB teman-temanku ada disitu...jadi??? Bisa nebakkan...*-*
Diterima SMP Negeri...keren...batinku, tak kusangka... malah masuk pesantren..yang kata orang 'tempat orangtua buang anak karena saking badungnya', tapi sumpah deh..aku ga badung-badung banget. masih normallah...jadi...
Kenapa??
Kata orangtuaku, 'disana temani kakakmu, ya sayang...ini uang 50.000 buat kamu jajan,kalau mau masuk pesantren'.
Tak kusangka...ternyata aku bisa disogok..Awalnya mau mogok, tidak masuk pesantren, tapi uangnya terlanjur habis dipakai beli serial 'Nina' yang sedang tren.
Masuk Pesantren...
Bulan pertama, menangis terus menerus...Mana tidak bisa pakaijilbab..Lama-lama bosan juga menangis, apalagi sudah beradaptasi.
Tapi tak kusangka... justru disana kutahu yang namanya diskotik, merokok, dan kabur..
Beberapa macam cara kabur yang baik dan berhasil sudah kujalani.
Tapi ada juga yang gagal, karena kesalahan teknis, atau ada yang berkhianat alias mengadu..
Tak kusangka pula, berbagai macam hukuman telah kujalani karena kabur.Dimulai dari minta tanda tangan ustadz killer, pakai jilbab merah bertuliskan 'kabur' (padahal tidak usah ditulis kabur juga,aku sudah tampak menyolok, bukan karena cantik tapi karena yang lain pakai jilbab putih, hehehe), menyapu, mengepel mesjid, dijemur, bahkan lari ke sarang harimau eeh..ke kamar laki-laki telah kujalani.
Kapok???Tak kusangka... tidak..aku malah jadi pakar, karena aku suka tantangan:bagaimana cara kabur dengan baik dan berhasil.
Malah, ada beberapa adik kelas yang minta diajarin cara kabur yang berhasil..aku pakarnya kata mereka. Ckk..ckk..
Yang awalnya tidak betah dan marah..menjadi kerasan dan bergairah...
Terbukti, aku 6 tahun di pesantren. Tak kusangka... ternyata tak kenal maka tak sayang, ada benarnya juga.
Hanya satu yang kusayangkan, kurang fasih berbahasa arab.
Tapi kalau dipikir-pikir, lebih baik begitu.
Kalau bahasa arabku bagus...jangan-jangan aku ingin jadi TKW...Audzubillah mindzalik
To be continued...(mau bobo dulu ya...)Jkt, 22 juni 2009.
Langganan:
Postingan (Atom)